Menumbuhkan Kesadaran
1. Kesadaran menghargai proses positif
2. Kesadaran bertanggung jawab
3. Kesadaran memberikan pelayanan
PERAN ORANGTUA
I. Pola Asuh Keliru (yang tidak kondusif untuk menumbuhkan ketiga kesadaran tersebut)
1. Overprotect (sikap terlalu melindungi) banyak para orangtua berkeyakinan bahwa orangtua yang baik adalah yang melindungi anaknya dari kekecewaan. Hal ini (sikap overprotective) justru akan merampas kesempatan anak untuk mengembangkan keyakinan akan kemampuannya untuk mengatasi masalah dalam menjalani kehidupan, sehingga anak tumbuh dengan merasa tidak berdaya diri.
2. Permissive (sikap membiarkan) : Orangtua yang merasa kurang kebersamaan dengan anaknya karena sibuk bekerja, maka sebagai kompensasi mereka akan selalu mengabulkan permintaan anak. Hal ini akan menjadikan anak manja dan merasa orang lain harus melayaninya.
3. Pengawasan yang ketat (too strict and controlling) : asumsi bahwa cara mendidik anak yang baik adalah dengan kontrol yang berlebihan, akan membuat anak kurang fleksibel, takut mencoba dan cepat putus asa.
Ketiga pola pengasuhan di atas menjadikan anak tumbuh memiliki sikap kurang bertanggung jawab, kurang percaya diri, pasif agresif, pemberontak, tidak mandiri.
II. Pola Asuh Ideal : Disiplin Positif
Pola asuh DISIPLIN POSITIF : Kebersamaan (seluruh anggota keluarga) dalam :
a. mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau tugas lainnya
b. mencari solusi bila memiliki problem atau melakukan kesalahan
c. mendidik dengan sikap tegas dan saling menghargai.
III. Karakteristik Pola Asuh Disiplin Positif
1. Menanamkan paradigma bahwa melakukan suatu kesalahan adalah suatu peluang untuk belajar. Oleh karenanya melakukan kesalahan diikuti dengan mencari solusi bukannya diikuti oleh hukuman.
2. Dalam menentukan solusi :
- Terkait
- Reasonable (logis)
- Respectful (menghargai), tidak mempermalukan
3. Tidak memberikan hukuman :
Karena hukuman hanya akan membawa hasil untuk jangka pendek, tapi membawa akibat yang negatif untuk jangka panjang. Akibat negatif tersebut antara lain, membuat anak memunculkan tingkah laku :
| - Pembangkang - Pemberontak - Balas dendam | - Manipulatif - Minder |
Hukuman akan membuat anak merasa : takut untuk dipersalahkan, malu, sakit hati.
4. Kebersamaan
a) Mengajak seluruh anggota keluarga terlibat dalam pekerjaan rumahtangga (menata piring, membersihkan tempat tidur, dll ).
b) Mendorong urun pendapat dan menghargai perbedaan.
c) Mengatasi masalah/mencari solusi.
Kebersamaan ini akan memunculkan pada diri anak rasa memiliki makna (significance) dan menyatu (belonging) dalam keluarga.
Hilangnya rasa memiliki makna dan menyatu dalam keluarga/kelompok dapat mengakibatkan timbulnya perilaku negatif : pembangkangan, pemberontak, merasa tidak memiliki kemampuan, manipulatif, minder.
5. Mengajarkan tanggung jawab (pribadi + sosial) berarti juga menanamkan perasaan mampu, dan menumbuhkan kepekaan bahwa dirinyalah yang harus melayani dunia (lingkungan), bukan dunia (lingkungan) yang melayani kita.
Tanggung jawab pribadi menumbuhkan komitmen + empati dan berbagi.
Tanggung jawab sosial menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan + menghargai orang lain.
6. Untuk meminta anak melakukan sesuatu, atau ketika ia melakukan kesalahan, orangtua hendaknya memakai kalimat tanya (asking) dan bukan memerintah (telling).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar